Sabtu, 18 Mei 2024

Siap Cas Kendaraan Listrik, Tak Disangka RI Sudah Punya Ribuan SPKLU

Pembangunan infrastruktur stasiun pengisian baterai kendaraan listrik di Indonesia telah melebihi target.

ESG Indonesia – Dalam mendorong transisi energi di Indonesia, pemerintah terus menggaungkan penggunaan kendaraan listrik yang rendah emisi dan ramah lingkungan. Tak hanya itu saja, pemerintah juga terus membangun infrastruktur penunjang kendaraan listrik di Tanah Air.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada tahun 2023 menembus 2,5 kali lipat dibandingkan target yang diusung.

Secara kumulatif hingga 2023, realisasi pembangunan infrastruktur KBLBB mencapai 2.704 unit, sedangkan targetnya adalah sebanyak 1.035 unit, gabungan dari stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan stasiun pengisian baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU).

“Target infrastruktur KBLBB kita ada sebanyak 1.035 unit, sedangkan realisasinya lebih dari 2,5 kali, atau secara persentase sebesar 261%,” ujar Jisman dalam keterangan persnya, dikutip (20/1/2024).

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dok. PLN
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Dok. PLN

Dalam sebaran infrastruktur KBLBB, Jisman membeberkan, Pulau Jawa masih dominan dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Dengan rincian sebagai berikut, Banten (46 SPKLU dan 294 SPBKLU); DKI Jakarta (258 SPKLU dan 555 SPBKLU); Jawa Barat (211 SPKLU dan 367 SPBKLU); Jawa Tengah dan DIY (74 SPKLU dan 72 SPBKLU); Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (179 SPKLU dan 217 SPBKLU).

Sementara untuk di wilayah Sumatera (78 unit SPKLU dan 199 SPBKLU); Kalimantan (42 SPKLU dan 20 SPBKLU); Sulawesi (34 SPKLU daan 48 SPBKLU); Maluku (6 SPKLU); dan Papua (4 SPKLU). Sehingga apabila ditotal keseluruhan, SPKLU sebanyak 932 unit dan SPBKLU 1.772 unit.

BRI
Ilustrasi kendaraan listrik atau electric vehicle.. (pixabay)

Jisman menjelaskan, nantinya Kementerian ESDM akan membuat konsep sehingga ketimpangan pembangunan infrastruktur KBLBB tersebut bisa menjadi rata di seluruh daerah, dengan melibatkan United Nations Development Programme (UNDP) dalam mengembangkan infrastruktur KBLBB, melalui program Enhancing Readiness For The Transition To Electric Vehicle In Indonesia (ENTREV).

“Jadi kami sudah minta supaya mulai sekarang itu sudah dibuat apa ya konsep lah yang mengarah nanti roadmap bagaimana kita mengembangkan infrastruktur KBLBB atau charging unit ini ya. Jangan nanti menumpuk di Jakarta saja,” tuturnya.

Jatim
Ilustrasi electric vehicle. (Pxhere)

RI Targetkan 15 Juta Kendaraan Listrik 

Sebagai informasi, pemerintah melaui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menargetkan jumlah kendaraan listrik baik roda dua maupun roda empat yang “mengaspal” atau beroperasi di Indonesia dapat mencapai 15 juta unit pada 2030.

“Dari Pak Presiden sudah menyampaikan kira-kira dibutuhkan 10% populasinya (kendaraan listrik) di 2030 atau hitungannya sekitar 2 juta mobil dan 13 juta motor,” kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin, beberapa waktu lalu.

kendaraan listrik transisi EV
Ilustrasi electric vehicle. (pixabay)

Dia menyampaikan, saat ini kendaraan listrik di Indonesia masih sekitar puluhan ribu kendaraan. “Masih cukup panjang perjalanan kita, tapi sudah sangat menjanjikan untuk mendorong ini karena kita masih punya waktu sekitar tujuh tahun lagi, pemerintah telah berikan beberapa dorongan,” ujar Rachmat.

Dalam mewujudkan ekosistem tersebut, ada tiga hal yang perlu diperhatikan yakni pertama dibutuhkan pilihan-pilihan kendaraan yang andal, mumpuni, baik dari sisi kinerja dan sebagainya.

BMW
Ilustrasi  electric vehicle. (Pexels)

Kedua, harga kendaraan listrik juga perlu terjangkau buat masyarakat Indonesia, kemudian ketiga diperlukan ekosistem infrastruktur yang juga lengkap dan mumpuni.

Pemerintah melakukan beberapa program untuk meningkatkan kendaraan listrik di Indonesia. Pertama, transisi kendaraan dari konvensional ke listrik.

Saat ini, sekitar 17 pabrik motor di Indonesia sudah cukup menerapkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40%. Sedangkan untuk mobil, baru dua pabrikan, yakni dari Cina dan Korea Selatan.

“Dan produknya ada sekitar 30-an. Jadi motor sudah cukup banyak bahkan yang pakai kita lihat pabrikan yang nomor satu di Indonesia motor Honda juga sudah punya produk ini. Terus yang mobil yang punya TKDN 40%, ada dua pabrikan pertama dari Cina dan satu dari Korea Selatan,” katanya.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com