Senin, 24 Jun 2024

Riset

Dikenal Kota Paling Romantis, Venesia Justru Diprediksi Bakal Terendam pada 2150
Riset

Dikenal Kota Paling Romantis, Venesia Justru Diprediksi Bakal Terendam pada 2150

Paling sering dilanda banjir, sisi barat kota Venesia menjadi salah satu wilayah yang pertama terkena dampak naiknya air laut.ESG Indonesia - Penelitian baru dari ilmuwan Italia memperkirakan bahwa sebagian Venesia, salah satu kota di Italia, akan tenggelam pada 2150. Para ahli dari National Institute of Geophysics and Volcanology (INGV) menganalisis data kenaikan permukaan air pasang di Venesia.Venesia atau Venice selama ini berjuang melawan banjir yang semakin sering terjadi selama beberapa dekade. Bahkan saat ini memiliki sistem penghalang banjir di lagunanya. Namun, cara ini tidak akan cukup untuk melindungi kota dari kenaikan permukaan air laut yang terus menerus terjadi. Tim ilmuwan INGV juga menemukan bahwa permukaan air pasang di laguna Venice meningkat sekitar setenga...
Seberapa Penting Peringkat ESG bagi Perusahaan?
Riset

Seberapa Penting Peringkat ESG bagi Perusahaan?

Perusahaan dengan peringkat ESG yang baik berkomitmen pada tanggung jawab sosial.ESG Indonesia - Penting bagi perusahaan dan investor untuk memahami bagaimana cara meraih peringkat Environmental, Social, Governance (ESG) yang baik. Peringkat ESG dianggap penting untuk mengevaluasi keberlanjutan perusahaan.Peringkat ESG menilai kinerja keberlanjutan suatu perusahaan dengan menganalisis praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola. Lembaga pemeringkat meninjau faktor-faktor seperti kebijakan lingkungan, praktik ketenagakerjaan, struktur dewan, dan perilaku etis.Keuntungan yang didapat oleh perusahaan yang berhasil mendapatkan peringkat ESG yang baik adalah dipercaya oleh investor yang saat ini cenderung mengutamakan investasi berkelanjutan.Saat ini banyak inves...
Energi Terbarukan Berbasis Komunitas Berpotensi Hasilkan Rp 10 ribu Triliun
Riset

Energi Terbarukan Berbasis Komunitas Berpotensi Hasilkan Rp 10 ribu Triliun

Energi Terbarukan Berbasis Komunitas Berpotensi Hasilkan Rp 10 ribu Triliun ESG Indonesia - Pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas berpotensi menghasilkan kontribusi produk domestik bruto atau PDB sebesar Rp10.529 triliun di Indonesia. Hal ini terungkap dalam studi terbaru oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dan 350.org.Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, dampak tersebut dapat terlihat dalam 25 tahun jika transisi energi di Indonesia benar-benar melibatkan komunitas akar rumput.“Dampak positif energi terbarukan berbasis komunitas juga mampu menurunkan angka kemiskinan hingga lebih dari 16 juta orang,” kata Bhima, Selasa, 21 Mei 2024.“Dari sisi ketenagakerjaan, terdapat peluang kesempatan kerja sebe...
Bank Besar Dunia Danai US$ 7 Triliun untuk Bahan Bakar Fosil
Riset

Bank Besar Dunia Danai US$ 7 Triliun untuk Bahan Bakar Fosil

Bank Besar Dunia Danai US$ 7 Triliun untuk Bahan Bakar Fosil ESG Indonesia - Sebuah riset terbaru menemukan bahwa bank-bank besar mendanai bahan bakar fosil sebesar hampir 7 triliun dolar AS sejak Perjanjian Paris. Laporan tahunan Banking on Climate Chaos (BOCC) yang ke-15 ini melihat bagaimana 60 bank swasta teratas di dunia melakukan penjaminan dan memberikan pinjaman kepada lebih dari 4.200 perusahaan bahan bakar fosil, serta mendanai perusahaan-perusahaan yang menyebabkan degradasi Amazon dan Arktik.Dalam penelitian ditemukan sejak Perjanjian Paris untuk membatasi pemanasan global ditandatangani pada tahun 2016, bank besar ini telah mendanai bahan bakar fosil sebesar 6,9 triliun dolar AS. Laporan tersebut mengatakan bahwa 3,3 triliun dolar AS (hampir setengah dari jumlah tersebut)...
Asia Tenggara Punya Potensi Hasilkan 17 Terawatt Energi Terbarukan
Riset

Asia Tenggara Punya Potensi Hasilkan 17 Terawatt Energi Terbarukan

Asia Tenggara Punya Potensi Hasilkan 17 Terawatt Energi Terbarukan ESG Indonesia - Asia Tenggara tengah berada di puncak transformasi energi terbarukan yang signifikan. Laporan terbaru dari McKinsey & Company dan Singapore Economic Development Board (EDB) mengungkap kawasan ini memiliki potensi energi bersih yang besar, diperkirakan mencapai 16 terawatt (TW) tenaga surya dan 1 TW energi angin.Namun terlepas dari potensi itu, penetrasi energi terbarukan non-bisnis saat ini hanya mencapai 5 persen pada tahun 2022. Laporan ini menekankan urgensi bagi Asia Tenggara untuk mempercepat penggunaan energi terbarukan.“Untuk mencapai target net zero emission antara tahun 2050 dan 2060, kawasan ini perlu meningkatkan penambahan kapasitas energi terbarukan tahunan secara signifikan, teruta...
Transportasi Sumbang Seperlima CO2 Global
Riset

Transportasi Sumbang Seperlima CO2 Global

Transportasi Sumbang Seperlima CO2 Global ESG Indonesia - Badan Energi Internasional (IEA), melaporkan transportasi menyumbang sekitar seperlima emisi karbon dioksida (CO2) global.Di Indonesia sendiri, emisi dari sektor transportasi hampir mencapai 30 persen dari total emisi CO2. Emisi tertinggi berasal dari darat yang berkontribusi pada 88 persen dari total emisi dari sektor ini.Berikut emisi transportasi pada 2018 menurut IEA:1. Transportasi DaratMenurut IEA, transportasi menyumbang tiga perempat emisi transportasi. Kendaraan penumpang seperti mobil dan bus, memberikan kontribusi sebesar 45,1 persen. Kemudian 29,4 persen lainnya berasal dari  truk pengangkut barang.2. PesawatSektor penerbangan menyumbang 11,6 persen emisi . Perjalanan udara mengeluarkan kuran...
Riset Ungkap Listrik Energi Terbarukan Indonesia Baru Tumbuh 20%
Riset

Riset Ungkap Listrik Energi Terbarukan Indonesia Baru Tumbuh 20%

Listrik energi terbarukan Indonesia baru tumbuh 20% ESG Indonesia - Pertumbuhan pembangkit tenaga surya (PLTS) dan angin (PLTB) mendorong listrik energi terbarukan dunia melampaui 30% untuk pertama kalinya pada 2023.Namun Sayangnya Indonesia masih jauh tertinggal dari tren tersebut. Hal itu terungkap dalam laporan tahunan EMBER, lembaga think tank global yang bertajuk 'Global Electricity Review 2024'.Laporan itu menyebutkan pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia tak setinggi tren global, yakni hanya 20% listrik berasal dari energi terbarukan pada 2022.Sejak tahun 2000, listrik berbasis energi terbarukan di dunia telah meningkat dari 19% menjadi lebih dari 30%. Kondisi ini didorong oleh peningkatan penggunaan tenaga surya dan angin dari 0,2% pada 2000 menjadi 13,4% pada 202...
Energi Terbarukan Sumbang 30% Kebutuhan Listrik Dunia untuk Pertama Kalinya
Riset

Energi Terbarukan Sumbang 30% Kebutuhan Listrik Dunia untuk Pertama Kalinya

Energi terbarukan pasok 30% kebutuhan listrik dunia  ESG Indonesia - Dalam Laporan “Global Electricity Review 2024” yang dirilis oleh Ember mengungkapkan listrik energi baru terbarukan (EBT) global untuk permata kalinya telah melampaui 30% pada 2023. Laporan tersebut menyebut bahwa saat ini dunia mulai mengalami penurunan produksi bahan bakar fosil.Dalam catatannnya, kenaikan kontribusi EBT tersebut bahkan terjadi ketika permintaan listrik secara keseluruhan terus meningkat. Dengan demikian, listrik bersih telah membantu memperlambat pertumbuhan bahan bakar fosil hampir dua pertiganya dalam 10 tahun terakhir.Porsi EBT telah tumbuh dari 19% pada 2000 menjadi lebih dari 30% tahun lalu. "Masa depan energi terbarukan telah tiba. Tenaga Surya, khususnya, berakselerasi lebih cepat darip...
Proyek PLTB dan PLTS Indonesia Disebut Stagnan dalam 3 Tahun Terakhir
Riset

Proyek PLTB dan PLTS Indonesia Disebut Stagnan dalam 3 Tahun Terakhir

Proyek PLTB dan PLTS Indonesia Disebut Stagnan dalam 3 Tahun Terakhir ESG Indonesia - Sebuah studi mengungkapkan bahwa Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Indonesia stagnan selama tiga tahun.Hal tersebut mengemuka dalam laporan dari lembaga konsultan global Bain & Company yang berkolaborasi dengan GenZero, Standard Chartered Bank, dan Temasek berjudul Southeast Asia’s Green Economy 2024 Report: Moving the needle.Dalam laporan tersebut, sejak 2019 hingga 2022, pengembangan PLTS dan PLTB Indonesia tidak mengalami progres yang berarti alias 0 persen dibandingkan pembangkit listrik lainnya.Sedangkan proporsi PLTS dan PLTB yang terpasang dibandingkan semua pembangkit listrik hanya 1 persen dalam laporan tersebut. ...
Separuh Tambang Tembaga di Dunia Berada di Wilayah Kekeringan Parah pada 2050
Riset

Separuh Tambang Tembaga di Dunia Berada di Wilayah Kekeringan Parah pada 2050

Separuh Tambang Tembaga di Dunia Berada di Wilayah Kekeringan Parah pada 2050 ESG Indonesia - Riset dari PricewaterhouseCoopers LLP mengungkapkan bahwa lebih dari separuh tambang tembaga dunia akan berada di wilayah yang terkena risiko kekeringan yang dianggap signifikan, tinggi, atau ekstrem.Hal ini terungkap di tengah gencarnya skenario rendah emisi pada 2050. Untuk dua logam transisi energi lainnya yaitu litium dan kobalt, paparan kekeringan bahkan lebih tinggi yaitu 74 persen.Beberapa bulan terakhir harga tembaga dilaporkan menguat hingga 10.000 dolar AS/ton. Kenaikan harga dipicu oleh kekhawatiran akan kekurangan pasokan karena pertambangan kesulitan memenuhi permintaan kendaraan listrik, infrastruktur jaringan listrik, dan pusat data yang terus meningkat.Deposit temb...
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com