Minggu, 21 Jul 2024

Penelitian Ungkap Ada Risiko Stroke Akibat Polusi Udara

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan ada risiko stroke usai 5 hari terpapar polusi.

Dalam penelitian disebutkan polusi udara terus menjadi ancaman terbesar, menyumbang sekitar 17 persen dari kasus stroke global.

Penelitian yang dilakukan baru-baru ini berfokus pada bagaimana paparan polusi udara jangka pendek dapat berdampak pada kesehatan manusia.

Penulis penelitian tersebut, Ahmad Toubasi mengatakan bahwa para peneliti mengamati 18.035.408 kasus stroke iskemik dari 110 studi observasional global. Hal ini memungkinkan mereka untuk menemukan bahwa polusi udara berkaitan dengan risiko stroke iskemik dan kematian yang lebih tinggi.

Para peneliti meneliti risiko yang terkait dengan berbagai polutan, termasuk nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan ozon. Mereka juga mengamati berbagai ukuran partikel yang dapat dilihat pada polusi udara.

Penelitian mengungkapkan paparan paparan polusi udara selama lima hari saja dapat mempengaruhi risiko seseorang terkena stroke secara signifikan. Namun, mekanismenya dapat berbeda-beda tergantung lokasi karena dampak polutan yang berbeda-beda.

Polusi udara juga memiliki dampak kesehatan lainnya, seperti kerusakan lapisan pembuluh darah, peningkatan risiko pembekuan darah, dan peningkatan tekanan darah. Semua ini dapat mempengaruhi aliran darah menuju otak dan, dengan demikian, meningkatkan risiko stroke.

Penelitian tersebut juga menekankan perlunya memerangi polusi udara dan menerapkan inisiatif global di seluruh dunia. Memiliki hal-hal tersebut dapat mempengaruhi jumlah kasus stroke dan konsekuensinya.

Pada tahun 2019, polusi udara luar ruangan di daerah pedesaan dan perkotaan diperkirakan menyebabkan 4,2 juta kematian dini secara global. Hal ini disebabkan paparan partikel halus, yang dapat menyebabkan kondisi pernapasan dan kardiovaskular serta kanker.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com