Senin, 24 Jun 2024

Sekjen PBB: 2023 Menjadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah

Sekjen PBB: 2023 Menjadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah

ESG Indonesia – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan harapannya untuk 2024 dan mendesak persatuan untuk membangun kembali kepercayaan.

“Tahun 2023 telah menjadi tahun penderitaan, kekerasan, dan kekacauan iklim yang hebat. Umat manusia menderita. Planet kita dalam bahaya. 2023 menjadi tahun terpanas dalam sejarah,” kata Guterres dikutip dari Anadolu, Senin (1/1).

Sekjen PBB: 2023 Menjadi Tahun Terpanas Dalam Sejarah 2

Orang-orang semakin tertindas akibat meningkatnya kemiskinan dan kelaparan, kata Guterres seraya menambahkan bahwa perang semakin meluas dan ganas dan kepercayaan semakin berkurang.

“Namun, saling menyalahkan tidak menghasilkan apa pun. Pada 2024, harus menjadi tahun untuk membangun kembali kepercayaan dan mewujudkan harapan. Kita harus kompak menghadapi perbedaan demi solusi bersama. Untuk aksi iklim, peluang ekonomi dan sistem keuangan global yang adil yang bermanfaat bagi semua orang,” katanya.

Ketahanan Iklim

Dunia harus melawan diskriminasi dan kebencian yang meracuni hubungan antar negara dan komunitas, kata Sekjen PBB. Selain itu, teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) harus digunakan untuk kebaikan.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa akan terus menggalang dukungan dunia untuk perdamaian, pembangunan berkelanjutan dan HAM. Mari kita jadikan tahun 2024 sebagai tahun untuk membangun kepercayaan dan harapan dalam segala hal yang dapat kita capai bersama,” katanya.

“Saya mengucapkan Tahun Baru. Bahagia dan damai,” tutupnya.

Perubahan Iklim Polusi krisis iklim

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com