Sabtu, 18 Mei 2024

Sandiaga Pamer Konsep Parekraf Berkelanjutan RI Saat Kunjungi India

Sandiaga menyebut pengembangan parekraf berkelanjutan RI selaras dengan SDGs.

ESG Indonesia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan upaya pengembangan sektor parekraf Indonesia yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dalam forum Raisina Dialogue 2024 di New Delhi, India.

Menparekraf Sandiaga mengatakan pengembangan parekraf berkelanjutan itu selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Adapun beberapa poin keselarasan pengembangan parekraf berkelanjutan tersebut dengan SDGs adalah dalam hal pemajuan keberlanjutan, pengembangan ekonomi, penguatan kemitraan dan kolaborasi, pelestarian tradisi dan budaya lokal, penguatan kesadaran sosial dan lingkungan, serta pengembangan inovasi berkelanjutan.

“Dengan berpegang teguh terhadap SDGs, maka itu diharapkan mampu mendorong berbagai inovasi dalam industri pariwisata sehingga akan memunculkan pengembangan teknologi, praktik, dan model bisnis yang berkelanjutan,” kata Sandiaga.

Laut Ekonomi Biru blue economy
ilustrasi laut. (pixabay)

Selain itu, dengan pengembangan parekraf yang berkelanjutan, kata Sandiaga, dapat membentuk ekosistem industri parekraf yang kompetitif, menarik kedatangan wisatawan yang sadar akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, dan berkontribusi terhadap upaya global dalam membentuk masa depan yang ramah alam.

“Indonesia tengah membangun pariwisata ke arah pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan melalui Sustainable Tourism Development (STDev) dengan inisiatif utama yaitu Sustainable Tourism Destination (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), Sustainable Tourism Certification (STC), Sustainable Tourism Industry (STI), Sustainable and Responsible Marketing (SRM), dan Sustainable Tourism Management (STM),” katanya.

ilustrasi mangrove Indonesia. (pixabay) karbon biru destinasi wisata
ilustrasi mangrove. (pixabay)

Menparekraf Sandiaga menambahkan, salah satu langkah utama konkret yang dilakukan Indonesia dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan adalah dengan melakukan dekarbonisasi pariwisata.

Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah penggunaan transportasi ramah lingkungan di destinasi wisata, efisiensi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, pemanfaatan teknologi, dan carbon offsetting.

“Pengembangan parekraf berkelanjutan menjadi landasan kami dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ke depan kami harapkan mampu mengembangkan industri parekraf Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan. Saya yakin parekraf yang berkelanjutan tidak hanya bisa membangkitkan perekonomian, namun juga ramah terhadap lingkungan, sosial, dan budaya,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Acara ini dibuka oleh Menteri Luar Negeri India, Vinay Mohan Kwatra pada Rabu (21/2/2024). Dalam kegiatan itu, Menparekraf Sandiaga didampingi Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizky Handayani.

Prinsip ESG
Ilustrasi pariwisata berkelanjutan (Pexels)

Pariwisata Berkelanjutan

Di sisi lain, dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemasaran pariwisata bersama dinas pariwisata provinsi se-Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat pada (22/2/2024).

Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, dalam laporannya mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu upaya dari Kemenparekraf dalam mendorong kolaborasi pemasaran pariwisata di antara dinas pariwisata di seluruh Indonesia.

“Melalui Rakornas Pemasaran bertema Collaborative Marketing ini, Kemenparekraf dengan dinas pariwisata se-Indonesia berupaya mengedepankan semangat berkolaborasi demi mencapai target pariwisata dan ekonomi kreatif yang semakin tinggi,” kata Dwi Marhen Yono dalam kegiatan yang berlangsung di Pontianak Convention Centre itu.

Kemenparekraf dikatakan Marhen, memiliki beberapa program unggulan yang dapat disinergikan. Seperti paket wisata nusantara yang merupakan kompilasi paket-paket unggulan usulan dari setiap dinas pariwisata dan dipublikasikan di portal indonesia.travel.

Kemudian ada paket-paket desa wisata dan produk ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia yang dikolaborasikan dengan para mitra untuk difasilitasi onboarding dan dipasarkan lebih luas melalui mitra online travel agent. Ada lagi paket wisata event di Indonesia, baik budaya, seni, karnaval, kuliner, musik, maupun olahraga.

“Intinya kami mengangkat paket-paket wisata unggulan maupun produk ekraf dari seluruh Indonesia untuk dipasarkan dengan lebih masif melalui berbagai channel distribusi, termasuk paket wisata untuk mendukung 110 KEN maupun event unggulan lainnya,” ujar Marhen.

Rakornas pemasaran pariwisata hari pertama menghadirkan sejumlah narasumber. Salah satunya Deputi Direktur, Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter Bank Indonesia, Handri Adiwilaga. Dalam paparannya Handri mengatakan, di tengah tantangan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbilang tinggi yakni sebesar 5 persen di 2023.

“Hal itu ditopang oleh konsumsi domestik terutama sektor-sektor yang berhubungan dengan pariwisata seperti transportasi dan jasa-jasa lainnya,” ujar Handri.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga memberikan dampak yang signifikan, di mana sepanjang tahun 2023 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 11,7 juta. Namun hal tersebut masih jauh di bawah angka dari capaian tertinggi wisman tertinggi Indonesia sebelum pandemi COVID-19 yakni sebesar 16 juta.

“Inilah yang menjadi tantangan. Butuh kerja keras untuk mendorong wisatawan mancanegara ke Indonesia. Termasuk meningkatkan lama tinggal juga rata-rata pengeluaran wisman ketika berkunjung ke Indonesia,” kata Handri.

Melalui rakornas ini juga diharapkan tercipta inovasi, promosi, dan insentif yang dapat dilakukan secara bersama untuk mendorong minat kunjungan wisatawan.

“(Promosi) harus lebih kuat ke negara sumber wisman, harus lari lebih kencang karena potensi kita lebih tinggi sebenarnya (dari negara Asia lainnya),” kata Handri.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan potensi pariwisata di Kalimantan Barat sangat tinggi. Mulai dari alam, budaya, hingga kuliner.

“Namun infrastruktur kami masih sangat terbatas. Karena itu saya menaruh harapan besar dengan adanya IKN di Kalimantan Timur akan terjadi percepatan pembangunan di Kalimantan secara keseluruhan,” kata Harrison.

Ia pun mengapresiasi pemilihan Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai lokasi penyelenggaraan Rakornas Pemasaran Pariwisata yang diharapkan dapat mendorong pergerakan wisatawan juga ekonomi di Kalimantan Barat.

“Saya ucapkan selamat datang di Pontianak, selamat datang di Kalimantan Barat. Berbelanjalah di sini, supaya ekonomi Pontianak terus tumbuh,” ujar Harrison.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com