Minggu, 21 Jul 2024

Sampoerna Komitmen Ciptakan Nilai Jangka Panjang yang Berkelanjutan

Sampoerna perkuat komitmen investasi dan nilai berkelanjutan.

ESG Indonesia – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memantapkan posisinya sebagai salah satu perusahaan dengan nilai investasi dan serapan tenaga kerja yang signifikan.

Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis mengatakan hal ini diwujudkan dengan menciptakan nilai jangka panjang dan berkelanjutan bagi masyarakat hingga mitra bisnis.

Ia mengungkapkan perusahaan yang telah beroperasi selama 110 tahun di Indonesia terus menganut Prinsip Keberlanjutan yang sejalan dengan konsep Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).

“Kerangka kerja ini diintegrasikan ke dalam setiap aspek bisnis dan aktivitas kami melalui program payung ‘Sampoerna untuk Indonesia’ untuk memastikan peran kami dalam melaksanakan program yang memiliki dampak nyata terhadap ekonomi, pelestarian lingkungan, dan masyarakat luas,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (22/11/2023).

Sebagai perusahaan dengan nilai investasi lebih dari US$6,3 miliar sejak 2005, Sampoerna merealisasikan tambahan investasi di awal 2023 dengan fasilitas produksi baru untuk produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat dengan fokus ekspor ke Kawasan Asia Pasifik dan pasar domestik.

Sampoerna kemudian memperkenalkan inovasi terkini berbasis sains dan teknologi untuk produk tembakau bebas asap, yaitu IQOS ILUMA. Pada kuartal III-2023, seiring dengan fasilitas produksinya yang baru, Sampoerna juga menyelesaikan pembangunan Laboratorium Pengujian dan Analisis berkelas dunia dengan fasilitas termutakhir, khususnya untuk produk tembakau inovatif bebas asap.

“Pencapaian-pencapaian ini merupakan langkah penting dalam menyediakan produk bebas asap yang dikembangkan berdasarkan sains dan teknologi. Meski tidak bebas risiko, produk tembakau bebas asap ini merupakan alternatif lebih baik bagi perokok dewasa yang memutuskan untuk terus merokok,” kata Vassilis.

Realisasi investasi ini merupakan upaya Sampoerna untuk mendukung prioritas pemerintah dalam mendorong investasi, meningkatkan ekspor barang jadi bernilai tinggi, dan hilirisasi industri.

“Investasi jangka panjang Sampoerna merupakan bukti kepercayaan kami akan kepastian iklim investasi dan usaha di Indonesia. Sampoerna mewujudkan komitmen penciptaan nilai tambah ekonomi dan dampak sosial dengan peningkatan kapasitas penelitian, pengembangan produk bebas-asap berlandaskan sains, penyerapan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi, pembelian pasokan tembakau lokal, pemberdayaan UMKM, pengoperasian pusat layanan digital, dan peningkatan kinerja ekspor,” kata Vassilis.

Dinamika Industri Hasil Tembakau Nasional

Lebih lanjut, Sampoerna berupaya mempertahankan posisi kompetitifnya dan mengatasi tekanan dalam industri tembakau sebagai akibat dari kenaikan tarif cukai yang jauh di atas angka inflasi, semakin melebarnya jarak tarif cukai antara Golongan 1 dan segmen Golongan di bawahnya yang bertarif cukai lebih rendah, serta meningkatnya peredaran rokok ilegal. Secara keseluruhan, pada periode Januari hingga September 2023, volume industri rokok turun sebesar 5,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan perbaikan pangsa pasar, di mana sampai kuartal III-2023 mencapai sekitar 27%.

“Perbaikan kinerja SKT mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir setelah segmen ini mengalami penurunan pangsa pasar berkelanjutan, yaitu dari 37% pada tahun 2006 menjadi 17% pada tahun 2019,” ungkap dia.

Pemulihan segmen SKT didorong oleh kebijakan Pemerintah untuk cukai produk tembakau, khususnya sejak 2021, yang mempertimbangkan aspek serapan tenaga kerja pada segmen SKT.

Penyerapan Puluhan Ribu Tenaga Kerja Baru

Sejalan dengan tren pemulihan segmen SKT, Sampoerna sebagai produsen SKT dengan merek dagang Dji Sam Soe dan Sampoerna Kretek, mengumumkan rencana penyerapan puluhan ribu tenaga kerja baru yang tersebar di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat untuk fasilitas produksi SKT. Penyerapan tenaga kerja ini secara langsung membuka lapangan kerja baru sekaligus menciptakan efek berganda bagi masyarakat setempat.

Vassilis menjelaskan realisasi rencana tersebut dimulai dengan pembukaan fasilitas produksi baru SKT Sampoerna di Kota Blitar, Jawa Timur, dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang dijadwalkan beroperasi pada Semester I 2024. Adapun saat ini pemilihan lokasi dan proses persiapan tengah dilakukan di kedua area tersebut, termasuk rencana perekrutan karyawan.

“Sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 110 tahun di Indonesia, penambahan fasilitas produksi SKT Sampoerna melalui investasi mencapai Rp638 miliar (sekitar US$42 juta) akan memperkuat portofolio SKT Sampoerna yang dimulai sejak 1913. Dengan pembukaan fasilitas produksi SKT dan tambahan tenaga kerja baru, kami optimistis bahwa langkah Sampoerna akan meningkatkan kesempatan kerja di sektor formal bagi masyarakat setempat sekaligus menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan di wilayah-wilayah tersebut,” kata dia.

AC Ventures dan PwC Indonesia
Ilustrasi ruang kantor (Pexels)

“Kami mengapresiasi upaya Pemerintah untuk menjaga iklim usaha dan investasi yang kondusif serta terprediksi di Indonesia, termasuk kebijakan yang mendorong kinerja sektor padat karya SKT. Upaya ini secara langsung berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja di sektor formal dan perputaran ekonomi daerah yang selanjutnya turut meningkatkan perekonomian nasional,” lanjut Vassilis.

Dia juga menjelaskan bahwa Sampoerna telah melaporkan rencana ini kepada kepala daerah dan dinas terkait setempat. Dia berharap dukungan pemerintah daerah dan pusat terus berlanjut dalam bentuk kebijakan yang mendukung sektor industri padat karya SKT.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan positif serta dukungan pemerintah daerah terhadap rencana kami untuk menambah serapan tenaga kerja di Kota Blitar dan Kabupaten Tegal,” Vassilis menambahkan.

Saat ini, Sampoerna mengoperasikan 4 fasilitas produksi SKT di Surabaya, Malang, dan Probolinggo; 2 fasilitas produksi sigaret mesin di Pasuruan dan Karawang; serta 1 fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang. Selain itu, Sampoerna bermitra dengan 38 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang tersebar di 28 kabupaten/kota di Pulau Jawa.

MPS dimiliki dan dioperasikan oleh pengusaha daerah dan/atau koperasi setempat untuk memproduksi merek-merek SKT Sampoerna. Total tenaga kerja Sampoerna saat ini mencapai lebih dari 76.000 orang, secara langsung dan tidak langsung, di mana sekitar 90% di antaranya pekerja fasilitas produksi SKT.

Selain pembukaan fasilitas produksi SKT, kata dia, akan terjadi penambahan serapan puluhan ribu tenaga kerja baru yang dilakukan oleh MPS di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat, serta penambahan 5 MPS baru yang akan berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah di Semester I-2024.

rich result on google's SERP when searching for 'ESG'
Ilustrasi Pabrik Makanan dan Minuman (Pexels)

“Pada 2024, mitra kami dalam memproduksi SKT Sampoerna akan menjadi 43 MPS yang tersebar di di Pulau Jawa. Penambahan fasilitas produksi Sampoerna dan MPS akan menambah kemitraan dengan pengusaha daerah/koperasi setempat, total serapan tenaga kerja, serta meningkatkan penyerapan bahan baku tembakau dan cengkeh dari petani Indonesia. Seperti diketahui, penggunaan bahan baku rokok buatan tangan membutuhkan dua kali lebih banyak tembakau dan cengkeh dibandingkan rokok buatan mesin,” jelas Vassilis.

Vassilis menuturkan, Sampoerna konsisten mendukung kesejahteraan para karyawan SKT. Di mana saat ini Karyawan SKT didominasi oleh perempuan yang mayoritasnya mengemban peran ganda sebagai tulang punggung keluarga.

“Kami bangga dengan penciptaan nilai yang dilakukan oleh Sampoerna selama 110 tahun,” kata Vassilis.

Dia juga memaparkan kelangsungan industri tembakau nasional bergantung pada kerangka kerja yang terprediksi. Meliputi kebijakan cukai, regulasi produk tembakau, serta kebijakan lain yang berperan dalam mendorong inovasi dan teknologi berdasarkan sains untuk menawarkan alternatif produk tembakau bagi perokok dewasa.

Hal ini akan berdampak langsung terhadap produsen, serapan tenaga kerja, penggunaan bahan baku tembakau dan cengkeh, dan keseluruhan rantai nilai sehingga menciptakan nilai ekonomi di tingkat daerah dan nasional.

“Kami berharap penambahan puluhan ribu karyawan yang dilakukan melalui pembukaan pabrik Sampoerna di Kota Blitar dan Kabupaten Tegal, penambahan 5 MPS baru, serta penambahan karyawan pada MPS yang ada sebelumnya akan meningkatkan serapan tenaga kerja di sektor formal dan berkontribusi pada ekonomi daerah dan nasional. Inilah salah satu wujud komitmen Sampoerna untuk ekosistem rantai nilai yang lebih luas,” tutur Vassilis.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com