Sabtu, 18 Mei 2024

Punya Sumber EBT Melimpah, RI Bidik Peluang Transisi Energi

Dari Aceh hingga Papua, sumber EBT bisa dioptimalkan sebagai pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

ESG Indonesia – Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana membeberkan bahwa transisi energi di Indonesia akan dijadikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menyongsong industri yang minim emisi dan memanfaatkan energi bersih ke depan.

Hal itu berbanding terbalik dengan negara-negara lain, kata Dadan, yang menganggap bahwa transisi energi merupakan tantangan yang sangat besar.

“Misalnya Jepang dan Korea, mereka energinya impor. Tidak ada tuh kesempatan di dalam negerinya itu kalau melakukan transisi energi, apa yang akan dilakukan di dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Prinsip ESG listrik hijau Desa Mandiri Energi transisi energi
Ilustrasi sumber EBT. (pixabay)

Kemudian Dadan juga menggambarkan kondisi negara tetangga Indonesia, yakni Singapura, dimana negara tersebut sudah melakukan pembelian listrik dari negara ASEAN lain, sehingga hal tersebut bisa dijadikan peluang bagi Indonesia untuk mengekspor listrik ke Singapura, yang berasal dari energi bersih.

Indonesia dari Aceh hingga Papua, sambungnya, memiliki potensi sumber EBT yang sangat melimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal. Hal itulah yang bisa dijadikan peluang dalam transisi energi untuk dioptimalkan sebagai pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan rendah emisi, salah satunya adalah potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Papua.

EBT energi terbarukan
ilustrasi sumber EBT. (pixabay)

“Misalkan dari barat, Aceh, disitu ada panas bumi, hidronya sekarang lagi dibangun cukup besar, disana energi angin juga demikian, sudah ada yang melakukan survei disana. Jadi kita paling barat itu sedikitnya ada tiga EBT. Kemudian ke paling timur, di Papua, disitu sumber PLTA terbesar justru ada di Papua sebetulnya 23 hingga 24 GW ada disana,” ujar Dadan.

Dadan menambahkan, di Merauke juga memiliki potensi angin yang sangat besar, dimana tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah menemukan potensi besar tersebut. Di samping itu, juga ada potensi hidro yang besar pula di Kalimantan Utara, dan di Pulau Jawa merupakan jalur panas bumi serta memiliki potensi hidro yang juga baik.

Ilustrasi transisi energi. (pixabay) perubahan iklim
Ilustrasi sumber EBT. (pixabay)

Meski demikian, Dadan menyebutkan, perlu dorongan untuk menarik investasi seperti industri-industri yang ditunjang dari sumber-sumber energi bersih di wilayah Indonesia yang merata.

“Sehingga kalau kita dorong transisi energi ini pembangunannya ada di mana-mana, jadi dengan kacamata nasional yang lebih besar kita melihat justru Ini adalah opportunities transisi energi, ini adalah opportunities kita, Indonesia,” pungkasnya.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com