Sabtu, 18 Mei 2024

PLN Operasikan Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama di Indonesia

Stasiun Pengisian Hidrogen merupakan bukti PLN dalam mendukung transisi energi.

ESG Indonesia – PT PLN meresmikan Hydrogen Refueling Station (HRS) atau stasiun pengisian hidrogen pertama di Indonesia yang berlokasi di Senayan, Jakarta.

Peresmian stasiun pengisian hidrogen untuk kendaraan tersebut yang dilakukan pada Rabu, 21 Februari 2024 ini sebagai upaya dan inovasi lanjutan PLN dalam pembangunan ekosistem hidrogen secara end to end di Indonesia. Diketahui, sebelumnya pada November 2023 PLN meresmikan 21 Green Hydrogen Plant (GHP).

Dalam acara peresmian tersebut hadir Plt Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P. Hutajulu, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Vivi Yulaswati.

Hadir pula Anggota Komisi VII DPR RI yang juga menjadi Hydrogen Ambasador Dyah Roro Esti, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Kepala Sekretariat Just Energy Transition Partnership Edo Mahendra.

Stasiun Pengisian Hidrogen atau Hydrogen Refueling Station (HRS). (Dok.PLN)
Stasiun Pengisian Hidrogen atau Hydrogen Refueling Station (HRS). (Dok.PLN)

Serta turut hadir Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional Eniya Listiani Dewi, Walikota Jakarta Selatan Munjirin, Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra, serta jajaran Direksi PLN.

Plt Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu menjelaskan adanya HRS ini merupakan bukti komitmen Indonesia dalam transisi energi.

Green Hydrogen Hidrogen
Green Hydrogen. (Dok.Kementerian ESDM)

Penggunaan hidrogen sebagai energi alternatif sektor transportasi ini mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan. Seperti diketahui, sektor transportasi berkontribusi 44 persen dari total emisi karbon di Indonesia.

“Hidrogen berperan strategis dalam transisi energi. Khususnya dalam sektor transportasi, kendaraan berbasis hidrogen tak memiliki emisi. Pengembangan hidrogen menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperluas akses terhadap teknologi yang mudah dijangkau dan bersih,” kata Jisman.

Green Hydrogen PLN
Peresmian Green Hydrogent Plant. (Dok.PLN)

Jisman mengapresiasi PLN dalam peresmian Stasiun Pengisian Hidrogen pertama di Indonesia ini. Kata dia, Stasiun Pengisian Hidrogen ini merupakan karya nyata dalam mendukung transisi energi di Indonesia.

“PLN mampu menunjukkan karya nyata dan bukti konkret untuk memproduksi energi hidrogen,” tegas Jisman.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan perkembangan teknologi transportasi hijau berkembang sangat cepat, mulai dari kendaraan listrik hingga kini kendaraan hidrogen.
PLN terus melakukan inovasi untuk memfasilitasi setiap perkembangan teknologi.

“Kami terus melakukan inovasi agar terus menjadi pionir dalam mendukung transformasi hijau di sektor transportasi secara end to end,” ucap Darmawan.

Jatim Ford SPKLU kendaraan listrik kendaraan hijau
Ilustrasi kendaraan hijau. (Pxhere)

Dukungan untuk transformasi di sektor transportasi diawali dengan membangun ekosistem kendaraan listrik, mulai dari Electric Vehicle Digital Services, home charging services, hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.

“Ternyata ada lagi teknologi yaitu green hydrogen menggunakan fuel cell dan PLN siap mendukung transformasi green transportation, baik itu EV maupun hidrogen,” tutur Darmawan.

Hidrogen untuk Stasiun Pengisian Hidrogen di Senayan ini dipasok dari 22 GHP milik PLN. Selain 21 GHP eksisting, saat ini PLN telah menambah 1 GHP di PLTP Kamojang. Total GHP tersebut mampu memproduksi 203 ton/tahun green hydrogen.

Dimana 75 ton hidrogen ini digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sementara, 128 ton digunakan untuk mendukung kendaraan hidrogen.

“Total kapasitas produksi green hydrogen tersebut bisa digunakan untuk 438 mobil dalam setahun, dengan asumsi setiap mobil menempuh jarak 100 km/hari,” jelas Darmawan.

 

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com