Jumat, 14 Jun 2024

Perluas Akses Pasar, BRI Life Dorong Aswapemari Terapkan Good Manufacturing Practice

Tak hanya beri pendampingan Standar Good Manufacturing Practice (GMP), BRI Life juga dorong anggota Aswapemari melek digital.

ESG IndonesiaBRI Life kembali memberikan pendampingan dan pemberdayaan peningkatan kapasitas usaha kepada Asosiasi Wanita Pengusaha Makanan Ringan (Aswapemari) di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Melalui program BRI Life Berbagi, Aswapemari mendapatkan bantuan alat produksi agar memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan menghasilkan produk bermutu sesuai tuntutan pasar.

Bantuan tersebut pun disambut positif oleh Aswapemari, yang kini telah memiliki 52 anggota tetap yang tersebar di 19 Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Di mana produk-produk yang mereka hasilkan adalah berbagai keripik dan makanan ringan khas Banjarnegara.

Adapun dalam impelementasinya, program BRI Life tersebut juga berkolaborasi dengan BRI Research Institute sebagai pelaksana pemberdayaan yang bekerja sama dengan Pusat Inkubasi Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman.

“Terimakasih sekali kepada BRI Life, BRI Research Institute dan juga LPPM Unsoed yang terus mendampingi kami, semoga jangan bosen-bosen mendampingi kami. Setelah tahun kemarin di buatkan Rumah Kemasan dan kali ini kami mendapatkan bantuan kembali yaitu alat-alat yang menunjang GMP sehingga lebih higienis lagi kami dalam melakukan produksi” ujar Sukini selaku Ketua Aswapemari.

BRI Life
Dok. BRI

Selama 10 tahun terbentuk, kata Sukini, Aswapemari bertekad kuat untuk terus berkembang, sejahtera, dan maju bersama para pengusaha wanita makanan ringan di wilayahnya.

Asosiasi yang terbentuk sejak November 2012 itu berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan penerapan GMP. Aswapemari pun kini menjadi lebih siap untuk mengakses pasar yang lebih luas, termasuk  merambah pasar online, agar mampu bersaing di era digital.

Digitalisasi Perluas Akses Pasar

Untuk mengakselerasi hal ini, BRI Life juga memberikan bantuan berupa perangkat digital seperti Tablet, Thermal Printer dan alat lainnya untuk dapat menunjang operasional toko online. Tujuannya, yakni agar penjualan produk dari anggota Aswapemari semakin melesat.

“Kegiatan pelatihan yang diberikan oleh BRI Life ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu produk kami. Selain itu, untuk pelatihan toko online juga diharapkan dapat meningkatkan penjualan kami karena rata-rata usia anggota Aswapemari sudah berusia lebih lanjut sehingga membutuhkan pelatihan dan pendampingan seperti ini” ujar Sukini.

UMKM
Ilustrasi pembayaran secara digital. (pixabay)

Kegiatan pemberdayaan bagi anggota Aswapemari ini dilangsungkan pada bulan Oktober 2023, bertepatan dengan bulan inklusi keuangan Indonesia dan dalam rangka ulang tahun BRI Life yang ke-36 tahun.

BRI Life turut memberikan produk asuransi AMKKM melalui Agen BRILink terdekat kepada anggota aswapemari secara gratis selama periode satu tahun sebagai bentuk usaha peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi anggota Aswapemari. Pendistribusian asuransi gratis ini disertai dengan sosialisasi manfaat asuransi.

BRI Life berharap, kegiatan pemberdayaan ini dapat berkelanjutan sehingga dapat membantu peningkatan taraf hidup anggota Aswapemari.

Transformasi Digital UMKM
Ilustrasi teknologi digital. (pixabay)

Dorong UMKM ‘Naik Kelas’

Program BRI Life Berbagi dalam menggeliatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk ‘naik kelas’ bukan kali ini saja, sebelumnya BRI Life Berbagi juga melakukan kegiatan pemberdayaan bagi kelompok usaha dengan berbagai kegiatan pelatihan dan pembangunan Rumah Pemasaran, termasuk pelatihan dan literasi keuangan kepada anggota UMKM Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, BRI Life berkolaborasi dengan BRI Research Institute dan Orange Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Padjajaran. Pemberdayaan bagi UMKM Bungbulang dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan penunjang usaha antaranya inovasi produk, pencatatan keuangan usaha, digitalisasi usaha, dan pengetahuan mengenai produk keuangan khususnya asuransi yang dimulai awal Juli 2023 sampai dengan Agustus 2023.

Selain itu, BRI Life juga memberikan bantuan alat usaha, legalitas usaha seperti sertifikat halal, PIRT, dan NIB, serta asuransi AMKKM kepada seluruh pelaku usaha yang mengikuti program pemberdayaan.

UMKM Bungbulang dipilih sebagai fokus kegiatan pemberdayaan, karena saat ini masih kesulitan dalam mengakses pasar, dan lokasinya yang cukup jauh dari pusat perdagangan di Kabupaten Garut dengan waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam dari pusat kota. Adapun mayoritas UMKM ini memproduksi makanan ringan khas Kecamatan Bungbulang seperti Pikda (Keripik Lada), Moring, Cimol, Sale Pisang, Bola Ubi, Kremes Ubi, Oseng Gurilem, Gula Semut, sampai Anyaman Bambu.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com