Jumat, 14 Jun 2024

Peluang Investasi Menjanjikan, KKP Gencar Promosikan Ekonomi Biru di Forum Internasional

Peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan sangat besar terlebih dengan mengedepankan tata kelola berbasis ekonomi biru.

ESG Indonesia – Untuk mendorong geliat investasi biru di sektor kelautan dan perikanan, serta mempertemukan berbagai entitas yang berasal dari dalam dan luar negeri. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) 2024.

“Itu saya kira ini bisnis forum pertama kali yang levelnya internasional, kita undang negara-negara sahabat karena kita harus menjadi bagian dari global supply chain. Kita punya potensi yang luar biasa di sektor kelautan dan perikanan,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono dalam acara gelaran Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) 22024 di Jakarta Senin (5/2/2024).

Peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan diakuinya sangat besar yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya kian meningkatnya kebutuhan pangan global termasuk kebutuhan protein, seiring terus bertambahnya populasi manusia.

ilustrasi ekosistem laut. (pixabay)
ilustrasi ekosistem laut. (pixabay)

Selain itu, kesadaran masyarakat akan manfaat makanan laut terus berkembang sehingga permintaan ikan secara global pun meningkat. Proyeksi dari Global Seafood Market, pasar seafood global akan tumbuh dengan laju tahunan hingga 8,92 persen.

Berdasarkan data triwulan III tahun 2023, investasi sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp9,56 triliun, terdiri dari PMDN Rp5,32 triliun, PMA Rp1,4 triliun, dan Kredit Investasi Rp2,84 triliun. Pengolahan Ikan menempati urutan pertama investasi sebesar Rp3,65 triliun, selanjutnya budi daya perikanan sebesar Rp2,6 triliun, pemasaran Rp1,95 triliun, penangkapan ikan Rp1,18 triliun, dan jasa perikanan Rp186,51 miliar.

Menteri KP Trenggono melanjutkan, tingginya permintaan hasil perikanan di pasar global tentunya disambut positif oleh pemerintah, yang ditunjukkan dengan kemudahan perizinan, insentif, keamanan dan kestabilan iklim politik, konektivitas, dan sumber daya manusia terampil sebagai tenaga kerja.

ilustrasi produksi perikanan melalui blue economy. (unsplash)
ilustrasi produksi perikanan. (unsplash)

KKP juga mengedepankan tata kelola berbasis ekonomi biru untuk memastikan kelestarian ekosistem kelautan dan perikanan, sehingga industri di dalamnya berjalan berkelanjutan.

Program ekonomi biru mencakup perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya laut, pesisir dan darat yang berkelanjutan, pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pembersihan sampah plastik.

“Program ekonomi biru itu, salah satunya KKP mendorong sektor perikanan budidaya menjadi prime mover untuk penyediaan kebutuhan ikan konsumsi yang berkualitas. Ada lima komoditas yang kami dorong yaitu udang, kepiting, rumput laut, lobster, dan tilapia. Kami membangun modeling-modeling sebagai percontohan, dan ini bisa diduplikasi oleh pelaku usaha untuk pengembangannya,” beber Trenggono.

Ilustrasi lobster. (unsplash)
Ilustrasi lobster. (unsplash)

Hal lain yang tak kalah penting, lanjut trenggono, peningkatan geliat investasi biru di sektor kelautan dan perikanan akan berkontribusi dalam pencapaian target indeks ketahanan pangan nasional menjadi 70 pada 2024. Beberapa faktor yang mempengaruhi indeks ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan, dan keamanan pangan.

“Dalam forum ini kita undang investor-investor, harapannya sebetulnya kita memberi pandangan kepada investor dalam negeri, dan di sisi lain kita membangun koneksi dengan negara-negara sahabat melalui duta besar tadi, untuk ujungnya kita bisa setara karena produk kita sangat dibutuhkan oleh mereka,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024 bertujuan menarik investasi dan kolaborasi di sektor kelautan dan perikanan, yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri secara berkelanjutan. Forum ini dihadiri lebih dari 300 orang yang berasal dari kalangan pelaku usaha, perwakilan negara sahabat, hingga akademisi.

KKP menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya FAO Representative Rajendera Aryal, Director of Planning Division of The MRC Secretariat Theerawat Samphawamana, Chairman of RYNAN Technologies Vietnam JSC MY.T. Nguyen, Director of Bussines Development & Control ID Food Dirgayuza Setiawan, serta Presiden Director Indonesia Evergreen Group Tina Maria.

Kemudian narasumber perwakilan pemerintah yakni Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves M. Firman Hidayat, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Budi Sulistyo, serta Direktur Jenderal Perikanan Budidaya yang sekaligus menjabat Plt. Dirjen Perikanan Tangkap KKP Tb Haeru Rahayu.

Dalam forum itu juga dilakukan penandatangan kerjasama di bidang kelautan dan perikanan antara KKP dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, BPKP, serta tiga perguruan tinggi masing-masing Universitas Syiah Kuala, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin.

 

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com