Kamis, 13 Jun 2024

Mengintip Keindahan Pulau Nirup, Destinasi Hijau Berkelanjutan di Batam

Pulau nirup memiliki banyak kelebihan seperti airnya yang jernih, pulau yang asri, keberadaan terumbu karang yang indah dan natural.

ESG Indonesia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi pengembangan Pulau Nirup sebagai destinasi yang mengedepankan aspek-aspek berkelanjutan (destinasi hijau) dan menyebut Pulau Nirup sebagai prototipe destinasi hijau nan berkelanjutan di Batam, Kepulauan Riau.

“Kita melihat prototipe destinasi hijau berkelanjutan karena yang tadi dilihat bahwa tidak ada satu tetes air yang tidak terkelola dengan baik. Kita juga melihat ekosistem pariwisata ini sangat dekat dengan Singapura,” ujar Menparekraf Sandiaga usai mengunjungi Pulau Nirup di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Pulau Nirup berjarak 13 kilometer dari Pantai Sentosa di Singapura. Pulau nirup memiliki banyak kelebihan seperti airnya yang jernih, pulau yang asri, keberadaan terumbu karang yang indah dan natural, sehingga cocok bagi wisatawan yang hobi kegiatan bawah air.

Destinasi Hijau Pulau Nirup. (Dok.Kemenparekraf)
Destinasi Hijau Pulau Nirup.(Dok.Kemenparekraf)

Pulau Nirup juga memiliki pelabuhan pariwisata yang telah dilengkapi fasilitas keimigrasian dan bea cukai sehingga akan memudahkan wisman untuk masuk ke kawasan ini. Pulau ini juga terdapat Marina dan yang dilengkapi fasilitas parkir untuk kapal pesiar atau yacht yang bisa menampung 180 kapal.

Menparekraf Sandiaga mengatakan pariwisata berkelanjutan menjadi tren yang menjadi daya tarik utama wisatawan saat ini. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Karenanya Menparekraf Sandiaga mengapresiasi Industri Pariwisata di Batam yang terus berkomitmen untuk memajukan sektor pariwisata di Kepri.

Destinasi Hijau Pulau Nirup. (Dok.Kemenparekraf)
Menparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Pulau Nirup. (Dok.Kemenparekraf)

Pulau Nirup yang pengelolaanya akan dipegang oleh Westin ini rencananya akan dioperasikan para Oktober 2024.

“Investasinya sudah sangat besar dan diharapkan pada Oktober 2024 ini bisa mulai beroperasi, dan saya hadir di sini untuk mengapresiasi dan memotivasi kebangkitan pariwisata di sini. Karena saat ini sudah beroperasi, nantinya pulau-pulau di sekitar Nirup seperti Belakangpadang juga akan berdampak,” ujarnya.

Sandiaga juga memastikan bahwa di Kepri memiliki destinasi-destinasi premium untuk memantik wisatawan mancanegara lebih banyak lagi ke Kepri khususnya Batam.

Turut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setya Harini, Direktur Pemasaran Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf Dwi Marhen Yono, dan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti.

ilustrasi mangrove Indonesia. (pixabay) karbon biru destinasi wisata
ilustrasi destinasi hijau. (pixabay)

Sustainable Tourism

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism di Indonesia.

Singkatnya, sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan adalah pengembangan konsep destinasi wisata yang dapat memberikan dampak jangka panjang. Baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

Dalam upaya mengembangkan sustainable tourism, Kemenparekraf memiliki empat pilar fokus yang dikembangkan. Di antaranya pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan (sosio ekonomi) jangka panjang, keberlanjutan budaya (sustainable culture) yang harus selalu dikembangkan dan dijaga, serta aspek lingkungan (environment sustainability).

Menjaga Lingkungan
Ilustrasi destinasi hijau. (pixabay)

Berbekal 4 pilar utama tersebut, tren pariwisata berkelanjutan akan menjadi kegiatan berwisata yang banyak diminati wisatawan. Tidak sekadar berlibur, setiap wisatawan juga tetap memerhatikan protokol berwisata yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyaman, dan kelestarian alam.

Menariknya, sebenarnya konsep sustainable tourism bukanlah hal baru di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya destinasi wisata berbasis sustainable tourism yang masih terus bertahan hingga sekarang.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com