Minggu, 21 Jul 2024

Melihat Masa Depan Industri Fesyen Berkelanjutan

Tindakan kolektif dan solusi realistis penting dilakukan demi mencapai keberlanjutan yang meluas dalam industri fesyen.

ESG Indonesia – Industri fesyen dinilai sebagai industri yang dinamis dan terus berkembang, memiliki kekuatan yang sangat besar untuk memengaruhi budaya dan pola konsumsi. Namun, pertumbuhannya yang cepat sering kali menimbulkan pencemaran lingkungan dan permasalahan sosial yang signifikan.

Oleh sebab itu, industri fesyen menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengatasi praktiknya yang tidak berkelanjutan. Hal tersebut menyebabkan lonjakan inisiatif yang bertujuan untuk mempromosikan keberlanjutan.

Selain itu, pemerintah di seluruh dunia, termasuk Uni Eropa (UE), mulai menerapkan kebijakan dan peraturan untuk mengatasi dampak lingkungan dari budaya fast fashion.

Salah satu contoh penting dari kebijakan Uni Eropa yang relevan dengan fast fashion adalah Rencana Aksi Ekonomi Sirkular Uni Eropa. Diperkenalkan pada Maret 2020, rencana ambisius ini bertujuan untuk menjadikan produk yang berkelanjutan sebagai norma di pasar Uni Eropa, termasuk produk tekstil dan pakaian.

rich result on google's SERP when searching for 'ESG'
Ilustrasi industri fesyen. (Pexels)

Rencana ini mencakup langkah-langkah untuk mempromosikan desain ramah lingkungan, meningkatkan daur ulang, dan mendukung pola konsumsi yang berkelanjutan. Upaya ini sangat penting untuk mengurangi jejak karbon di lingkungan yang berasal dari industri mode.

Beberapa merek fesyen telah mengambil langkah signifikan menuju keberlanjutan, mengintegrasikan praktik ramah lingkungan ke dalam proses produksi mereka.

Pertama adalah Patagonia yang memiliki program Worn Wear. Patagonia mendorong keawetan pakaian dengan menawarkan perbaikan dan pembuangan yang bertanggung jawab, sehingga mengurangi limbah tekstil.

Patagonia juga bertanggung jawab melalui keanggotaan mereka di Fair Labor Association (FLA), yang memastikan upah yang adil dan kondisi kerja yang aman di seluruh rantai pasokan mereka. Perusahaan tersebut menyumbangkan 1 persen dari penjualan untuk tujuan lingkungan.

ilustrasi Fesyen Ramah Lingkungan. (Unsplash) Tokopedia H&M
Ilustrasi industri fesyen. (Unsplash)

Merek fesyen lain yang menerapkan keberlanjutan adalah H&M. H&M mengenalkan pakaian yang terbuat dari bahan daur ulang dan organik. Mereka juga berupaya agar semua bahan pakaiannya lebih berkelanjutan pada 2030.

H&M juga menerbitkan obligasi hijau pertamanya senilai 500 juta Euro untuk mendanai inisiatif ini, yang menunjukkan komitmen untuk keberlanjutan.

Raksasa pakaian olahraga, Nike, menerapkan keberlanjutan melalui inisiatif “Move to Zero” yaitu program yang berfokus pada pengurangan limbah dan jejak karbon.

Nike mengatakan bahwa pihaknya menggunakan material daur ulang dan berinovasi dengan opsi berkelanjutan seperti Flyknit untuk meminimalkan dampak lingkungan. Selain itu, Nike secara aktif meminimalkan penggunaan angkutan udara, mengutamakan angkutan laut dengan emisi karbon yang lebih rendah.

Meskipun merek-merek terkemuka ini menunjukkan kemungkinan berkelanjutan, mencapai keberlanjutan yang meluas dalam industri fesyen memerlukan tindakan kolektif dan solusi realistis.

Green Bond Berbasis ESG Perdagangan Karbon Bank BJB greenflation EKONOMI BERKELANJUTAN ekonomi hijau pegadaian Indonesia ESG ekonomi sirkular pembiayaan berkelanjutan
Ilustrasi ekonomi sirkular. (pixabay)

Salah satunya adalah dengan menerapkan ekonomi sirkular. Transisi ke model ekonomi sirkular sangat penting untuk mengurangi jejak lingkungan.

Dengan ekonomi sirkular, perusahaan fesyen dapat mempromosikan keawetan pakaian melalui layanan perbaikan, program penyewaan pakaian, dan inisiatif pengembalian untuk didaur ulang.

Konsumen dapat memperpanjang umur pakaian mereka dengan mempraktikkan konsumsi yang bertanggung jawab, seperti memperbaiki pakaian dan membeli pakaian bekas.

Melansir esgnews, hal lain yang bisa dilakukan perusahaan fesyen untuk menerapkan keberlanjutkan memberikan kesadaran terhadap konsumen. Perusahaan dapat memberi edukasi tentang dampak lingkungan dan sosial dari fast fashion.

Pihak perusahaan dapat terlibat dalam kampanye kesadaran publik dan menyediakan sumber daya untuk pilihan fesyen berkelanjutan. Memberdayakan konsumen dengan pengetahuan untuk membuat keputusan yang tepat dan menuntut praktik yang lebih berkelanjutan.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com