Sabtu, 20 Jul 2024

MedcoEnergi Dukung Trilema Energi

MedcoEnergi terus dukung pemerintah hadapi trilema energi

ESG Indonesia – PT MedcoEnergi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui unit usaha eksplorasi dan produksi minyak dan gas Medco E&P Indonesia (Medco E&P) terus mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan ketahanan, keterjangkauan dan keberlanjutan (trilema) energi lewat pengembangan proyek migas berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Chief Administrative Officer MedcoEnergi yang juga menjabat sebagai SVP Business Support Medco E&P Amri Siahaan mengatakan dalam upaya menghadapi trilema energi membutuhkan investasi besar, inovasi, sinergi dan efisiensi di semua segmen bisnis serta keseriusan dari semua pihak untuk dapat merealisasikan komitmen standar kinerja ESG yang tinggi demi mencapai Net Zero Emissions untuk Cakupan 1 dan 2 pada 2050 dan Cakupan 3 pada 2060.

“Kami mempunyai misi untuk memenuhi permintaan energi bersih dan sumber daya alam yang terjangkau, ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga perusahaan bisa memberikan nilai dan imbal hasil jangka panjang bagi pemangku kepentingan,” ujar Amri, dalam temu media nasional.

PLTS Hybrid
Ilustrasi PLTS Hybrid (Pexels)

Sebagai perusahaan energi terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara, MedcoEnergi juga fokus dalam menjaga keberlanjutan usaha dengan mengembangkan proyek energi bersih terbarukan, seperti tenaga surya dan panas bumi melalui PT Medco Power Indonesia. Sementara, Medco E&P fokus terhadap energi transisi melalui program-program pengurangan emisi Gas Rumah Kaca.

Sementara Myrta Tri Utami Direktur & Chief Financial Officer Medco Power Indonesia mengatakan, Indonesia saat ini tengah melakukan transisi energi dari pemakaian energi fosil ke energi baru terbarukan sebagai bentuk program pengurangan emisi gas rumah kaca.

Investasi dalam Energi Terbarukan
Iludtrsdi Investasi dalam Energi Terbarukan (Pexels)

“Setelah sukses merampungkan proyek PLTGU Riau 275 MW dan PLTS Sumbawa 26 MWp pada 2022, MedcoEnergi melanjutkan pengembangan proyek panas bumi 34 MW fase 1 di Blawan-Ijen, Jawa Timur dan PLTS 2×25 MWp di Bali sebagai bagian dari upaya menyukseskan program bauran energi nasional,” ujar Myrta.

Head of Program and Communication Division SKK Migas Hudi Suryodipuro berharap sinergi antara KKKS, media massa dengan SKK Migas dapat terus dipertahankan.

“Sinergi dapat membantu KKKS dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya investasi di industri hulu migas bagi Indonesia. Keberhasilan transisi energi ke energi terbarukan juga sangat tergantung dari kelancaran industri hulu migas untuk itu kami sangat membutuhkan kerjasama media untuk pemberitaan yang berimbang sehingga mendukung kelancaran investasi dan meminimalisir potensi gangguan sosial di wilayah operasi migas,” ujarnya.

Pentingnya Energi Baru Terbarukan untuk Industri

Energi baru terbarukan memiliki peran yang krusial dalam mendukung industri modern, dan beberapa alasan pentingnya energi terbarukan bagi industri adalah:

Efisiensi dan Biaya Operasional: Sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, dan air seringkali lebih efisien dalam jangka panjang. Meskipun investasi awal mungkin tinggi, biaya operasionalnya cenderung lebih rendah, mengurangi beban biaya bagi industri.

Ketersediaan yang Berkelanjutan: Energi terbarukan didasarkan pada sumber daya alam yang tidak terbatas, seperti sinar matahari dan angin, yang berarti industri dapat mengandalkan sumber energi yang dapat diperbarui dan tidak terbatas dalam jangka panjang.

Prinsip ESG listrik hijau
Ilustrasi energi terbarukan. (pixabay)

Pengurangan Emisi dan Dampak Lingkungan: Mengadopsi energi terbarukan membantu industri dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak negatif lainnya terhadap lingkungan. Hal ini mendukung citra perusahaan yang peduli lingkungan dan memenuhi tuntutan regulasi yang semakin ketat.

Inovasi dan Teknologi: Pengembangan energi terbarukan mendorong inovasi dalam teknologi yang mendukung efisiensi produksi dan penggunaan energi. Ini membuka peluang bagi industri untuk mengadopsi solusi yang lebih canggih dan ramah lingkungan.

Kemandirian Energi: Dengan menggunakan sumber energi terbarukan yang tersedia secara lokal, industri dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dan menciptakan lebih banyak kontrol atas pasokan energinya.

Kesempatan Ekonomi Baru: Pengembangan industri energi terbarukan menciptakan peluang bisnis baru dan lapangan kerja dalam sektor teknologi hijau, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Daya Saing Global: Industri yang berkomitmen pada energi terbarukan cenderung lebih kompetitif dalam pasar global yang semakin menuntut praktik bisnis yang ramah lingkungan.

Resiliensi Terhadap Perubahan Iklim: Dengan mengurangi jejak karbon, industri yang menggunakan energi terbarukan dapat lebih tangguh menghadapi perubahan iklim dan mengurangi risiko operasional jangka panjang.

Diversifikasi Pasokan Energi: Industri yang menggunakan energi terbarukan cenderung memiliki pasokan energi yang lebih beragam. Ini memberikan fleksibilitas dan ketahanan yang lebih besar terhadap fluktuasi harga dan pasokan energi.

Penurunan Ketergantungan pada Sumber Daya Terbatas: Bahan bakar fosil, sumber energi konvensional, terus menghadapi keterbatasan dalam hal ketersediaan. Dengan beralih ke energi terbarukan, industri dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang semakin langka dan mahal.

Reputasi dan Kepercayaan Konsumen: Konsumen semakin peduli dengan aspek lingkungan dan sering kali lebih memilih produk dari industri yang menggunakan energi terbarukan. Ini menciptakan peluang pasar dan memperkuat citra positif perusahaan di mata konsumen.

Adopsi energi terbarukan di sektor industri bukan hanya tentang memperbaiki dampak lingkungan, tetapi juga tentang memperbaiki efisiensi, kemandirian, dan daya saing industri secara keseluruhan. Itu menjadi langkah penting menuju masa depan industri yang lebih berkelanjutan.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com