Senin, 24 Jun 2024

Kejar NZE 2060, Kendaraan Listrik Makin Gencar Disosialisasikan

Tren kendaraan listrik berbasis baterai diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya.

ESG Indonesia – Demi mendukung percepatan kendaraan ramah lingkungan untuk transisi energi berkelanjutan di bidang transportasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar acara sosialisasi dan edukasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Mengusung tema Electric Vehicle Fun Day, acara yang digelar pada (12/11/2023) tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah di bidang transportasi dalam mengajak masyarakat untuk beralih ke energi berkelanjutan.

Isu global yang menjadi pembahasan saat ini adalah mengenai low emission mobility. Sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan RI No. PM 39 tahun 2023 tentang Konversi Sepeda Motor Dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

“Peraturan ini disusun bertujuan untuk mewujudkan energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca khususnya pada sektor transportasi jalan,” ujar Direktur Sarana Transportasi Jalan, Danto Restyawan dalam keterangan resminya.

Kendaraan Listrik
Ilustrasi kendaraan listrik. (pixabay)

Selain itu, Indonesia merupakan pasar potensial dari segi produksi dan penggunaan kendaraan listrik. Oleh karena itu, pemerintah turut mendorong penguasaan teknologi industri dan rancang bangun kendaraan demi mewujudkan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan bermotor.

Lebih lanjut, Danto menuturkan bahwa perlu adanya sebuah sinergitas untuk membentuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Dalam membentuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, diperlukan sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, pelaku industri otomotif, industri kreatif, dan komunitas serta masyarakat pada umumnya,” tuturnya.

kendaraan listrik
Ilustrasi kendaraan listrik. (pixabay)

Sebagai informasi, saat ini populasi kendaraan listrik di Indonesia sudah mencapai 95 ribu unit kendaraan yang terdiri dari sepeda motor roda dua, roda tiga, mobil penumpang, mobil bus dan mobil barang.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang ikut serta dalam pelaksanaan acara ini, “Semoga dengan terbentuknya ekosistem kendaraan listrik dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perbaikan sistem transportasi di Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Balikpapan, Yosep Gunawan menjelaskan pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengimplementasikan kebijakan kendaraan ramah lingkungan.

“Kami pun akan bekerja sama dengan pihak swasta dan komunitas untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan ini,” kata Yosep.

Kendaraan listrik
Ilustrasi kendaraan listrik. (pixabay)

Selain itu, ia pun turut mengajak masyarakat Balikpapan untuk mendukung langkah-langkah positif dalam percepatan mewujudkan sistem transportasi yang ramah lingkungan.

“Mari kita tinggalkan jejak positif bagi generasi mendatang dengan menjadi bagian dari solusi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan. Kita semua adalah mitra penting dalam mewujudkan Balikpapan yang hijau, bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Adapun, acara sosialisasi dan edukasi ini diawali dengan riding dari Taman Bekapai menuju Lapangan Merdeka yang diikuti komunitas motor listrik, senam sehat, kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow dan berbagai hiburan seperti pembacaan pemenang lomba, pengundian doorprize, serta penampilan para musisi.

Kendaraan Listrik
Ilustrasi kendaraan listrik. (pixabay)

Ikhtiar Mewujudkan NZE 2060

Sekadar informasi, penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai yang tengah gencar disosialisasikan pemerintah merupakan salah satu langkah dalam merealisasikan Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060.

Melalui upaya tersebut, pemerintah berharap masyarakat mulai beralih dari kendaraan berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju kendaraan listrik berbasis baterai yang lebih ramah lingkungan.

Secara tidak langsung, hal itu turut menekan konsumsi impor BBM dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Stop impor Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya gasoline diharapkan dapat terjadi sebelum tahun 2030.  Di sisi lain pemerintah juga terus mendorong produksi kendaraan listrik lantaran tren kendaraan rendah emisi tersebut diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bahkan sempat menyebut jika 140 juta unit seluruh kendaraannya diganti dengan listrik, maka kita dapat mengurangi emisi 100 juta ton CO2 tiap tahun. Pihaknya optimis, dengan menggunakan seluruh potensi energi baru yang ada di seluruh Indonesia, target NZE Indonesia di tahun 2060 akan terwujud.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com