Minggu, 21 Jul 2024

Hujan Monsun Datang Lebih Cepat, India Akan Alami Gelombang Panas Lebih Lama

Hujan monsun di selatan India terjadi pada awal Juni sebelum nantinya akan menyebar ke seluruh India pada 8 Juli.

ESG Indonesia – Hujan monsun di negara bagian barat India datang lebih cepat dari perkiraan. Hal tersebut menyebabkan negara bagian utara dan tengah India akan mengalami keterlambatan hujan monsun yang mana dapat memperpanjang gelombang panas.

Biasanya hujan monsun dimulai di selatan India sekitar 1 Juni sebelum menyebar ke seluruh India pada 8 Juli. Waktu tersebut dimanfaatkan petani untuk menanam padi, kapas, kedelai, dan tebu.

“Musim hujan telah melambat setelah mencapai Maharashtra dan mungkin memerlukan waktu seminggu untuk mendapatkan kembali momentumnya,” kata seorang pejabat Departemen Meteorologi India (IMD) yang tidak mau disbutkan identitasnya, ┬ámengutip Reuters.

llustrasi hujan. (pixabay)
llustrasi hujan. (pixabay)

Hujan mengguyur di negara bagian barat India dua hari lebih cepat dari jadwal. Namun musim hujan di negara bagian tengah dan utara justru terlambat atau tertunda.

Sebagai urat nadi ekonomi senilai hampir 3,5 triliun dolar AS, musim hujan membawa hampir 70 persen air yang dibutuhkan India untuk pertanian dan mengisi ulang waduk dan akuifer.

Penggunaan Air Tanah krisis air bersih hutama karya sumber WWF daya air wwf World Water Forum PUPR Zero Delta Q
Ilustrasi air. (pixabay)

Karena tidak adanya irigasi, hampir setengah dari lahan pertanian di negara penghasil beras, gandum, dan gula terbesar kedua di dunia ini bergantung pada hujan tahunan yang biasanya turun dari Juni hingga September.

Suhu maksimum di negara bagian utara India saat ini berkisar antara 42 derajat Celsius dan 46 derajat Celsius, yang berarti hampir 3 derajat Celsius hingga 5 derajat Celsius di atas normal, menurut data IMD.

Tahun Terpanas, suhu bumi gelombang inggris PBB Hong kong gelombang panas New Delhi Meksiko
ilustrasi cuaca ekstrem. (pixabay)

Negara bagian utara dan timur India seperti Uttar Pradesh, Bihar, Punjab, Haryana, Uttarakhand, dan Odisha, kemungkinan akan mengalami gelombang panas selama dua minggu ke depan, kata petugas IMD lainnya.

“Model cuaca tidak menunjukkan adanya tanda-tanda awal dari gelombang panas. Penundaan dalam majunya waktu musim hujan akan meningkatkan suhu di dataran utara,” kata pejabat tersebut.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com