Kamis, 13 Jun 2024

Dukung Prinsip ESG, PLN Pasok Listrik Hijau untuk PTPN III dan Alfamidi

Dengan menerapkan prinsip ESG, suplay listrik hijau PLN akan mampu membantu produksi sekitar 68 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas kurang lebih 2.960 ton per jam.

ESG Indonesia – Dalam mengakselarasi transisi energi, PT PLN (Persero) akan memasok listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) bagi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi).  Upaya tersebut sekaligus merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah untuk mencapai net zero emissions (NZE) pada 2060.

“Sekarang energi hijau sudah merupakan kebutuhan atau kewajiban kita semua yang harus kita mulai dari sekarang. Tentunya ini bukan karena tuntutan dari stakeholder kita, tapi lebih kepada bagaimana kita menyiapkan generasi yang akan datang masih bisa menikmati udara yang bersih dan hijau,” ujar Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti.

Kerja sama PLN dengan PTPN III meliputi penyediaan tenaga listrik untuk pabrik kelapa sawit, penyediaan Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung program Environmental, Social, and Governance (ESG) PTPN III, dan pelaksanaan knowledge sharing serta capacity building dalam penggunaan energi baru terbarukan.

PLTS energi bersih
Ilustrasi energi terbarukan dalam mendukung prinsip ESG. (pixabay)

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III, Mahmudi menjelaskan, kolaborasi ini adalah upaya bersama untuk semakin meningkatkan pemanfaatan energi hijau sekaligus meningkatkan prinsip ESG.

Lebih khusus, suplai listrik hijau PLN akan sangat mendukung operasional PTPN III yang mengelola lahan perkebunan seluas 1,2 juta hektare (Ha) dan menjadi backbone kelapa sawit nasional.

“Di dalam proses produksi kelapa sawit, bagaimana kemudian kami terus menjaga prinsip ESG. Hal ini juga merupakan program utama kami. Tentunya banyak hal juga yang nantinya akan coba kita kolaborasikan,” ujar Mahmudi.

Dirinya optimistis suplai listrik hijau PLN yang sesuai dengan prinsip ESG akan mampu membantu produksi sekitar 68 pabrik kelapa sawit dengan kapasitas kurang lebih 2.960 ton per jam. Dengan begitu, kapasitas produksi yang saat ini mencapai 2,8 juta ton per tahun bisa meningkat dengan biaya yang lebih efisien.

Kelapa Sawit
ilustrasi kebun sawit. (pixabay)

Adapun dengan Alfamidi, PLN akan bekerja sama dalam penyediaan tenaga listrik untuk tempat kegiatan usaha Alfamidi, voucher kemitraan, penyediaan PLTS Atap dan pemanfaatan aset lahan dan gedung, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan SPKLU dan SPBKLU.

Sementara itu, Corporate Legal and Compliance Director PT Midi Utama Indonesia Tbk. Afid Hermeily mengatakan, kerja sama ini adalah wujud upaya perusahaan mendukung terbentuknya ekosistem EBT di Tanah Air.

Seiring menguatnya ekosistem, Alfamidi akan sangat terbantu karena mendapat suplai listrik hijau andal dari PLN untuk gerai Alfamidi yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami dari Alfamidi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN, atas dukungan dan atensinya. Kerja sama ini sangat berharga bagi Alfamidi dalam rangka pengembangan bisnis, terutama dalam hal pengadaan sumber energi, dan sejalan dengan konsep kami mendukung program go green,” pungkas Afid.

PLTS energi bersih SIG
Ilustrasi energi terbarukan. (pixabay)

Listrik Hijau Makin Diminati

PLN berkomitmen untuk terus menyalurkan energi bersih melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC). PLN juga terus memberikan berbagai opsi layanan energi bersih (listrik hijau) bagi para pelaku usaha dalam tanggung jawab tata kelola perusahaan yang sesuai dengan prinsip ESG (environmental, social, and governance).

“Kami berkomitmen untuk menyediakan energi bersih (listrik hijau) untuk mendukung terciptanya green industry di Indonesia. Lewat REC, para pelanggan bisa turut serta mengkampanyekan transisi energi, dari energi kotor ke energi yang ramah lingkungan,” jelas Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya.

Darmawan menambahkan, energi bersih yang selaras dengan prinsip ESG  ini ditawarkan kepada seluruh masyarakat Indonesia termasuk mitra yang selama ini bekerjasama dengan PLN. Hal itu dilakukan guna mencapai misi besar berkurangnya emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

REC PLN merupakan produk kerja sama PLN dan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA), yang merupakan bukti kepemilikan sertifikat berstandar internasional untuk produksi tenaga listrik yang dihasilkan dari pembangkit energi terbarukan.

REC dari PLN ini menggunakan sistem pelacakan elektronik dari APX TIGRs yang berlokasi di California, Amerika Serikat, untuk memastikan bahwa setelah sertifikat diterbitkan, tidak dapat dibeli atau dijual ke pihak lain. Seluruh proses juga telah diverifikasi untuk memenuhi standar internasional.

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com